Selasa, 28 Desember 2010 0 komentar

Dia Bukan Untukku 2


Nafas semakin berat disetiap hariku rasa. Tetesan air semakin menjatuhi bumi. Aku terus menatapi derasnya aliran air yang menumbuk bebetuan besar itu. Sungai yang bergemuruh seperti hatiku yang juga semakin menggemuruh disetiap hari. Sungguh besar
1 komentar

Dia Bukan Untukku 1



“Chieh chieh, yang baru jadian nih…” Goda Dessy yang tiba –tiba muncul dan menepuk pundakku yang sedang menikmati semangkuk bakso di ujung jalan bersama pangeranku Aim. Namanya Ibrahim Imran, hanya saja biar lebih dsingkat aku panggil Aim.
Kamis, 09 Desember 2010 0 komentar

Menyesal

Menyesal

Disaat mata terpejam
Disaat telah tinggalkan semua
Disaat mereka hadir
0 komentar

Wanita

  1. Wanita
 Hatinya putih
Matanya bersih
Wjahnya bersinar
0 komentar

Selamat Tinggal

  1. Selamat Tinggal
Matamu penuh bintang
Bintang menyinari bumi
1 komentar

Cinta Terlarang

  1. Cinta Terlarang
Aku ingin kamu
Tapi aku telah tahu
Kita tak mungkin bersama
Rabu, 08 Desember 2010 0 komentar

Bunda dan Akhir Hayatnya

“Kalau ibu sudah meninggal, jangan kamu tunggu siapa –siapa lagi untuk segera menguburkan jasad ibu nak…” Pesan Almarhumah Bunda sesaat sebelum hembusan nafas terakhirnya.
Lalu Annisa bagaimana? Dia hanya anak terakhir yang tinggal sendiri tanpa siapa –siapa lagi sekarang. Ia tak punya hak penuh untuk memenuhi semua itu. Satu demi satu delapan orang lelaki dan perempuan yang masih menjadi satu darahnya ditelponya.
Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

 
;