Nafas semakin berat disetiap hariku rasa. Tetesan air semakin menjatuhi bumi. Aku terus menatapi derasnya aliran air yang menumbuk bebetuan besar itu. Sungai yang bergemuruh seperti hatiku yang juga semakin menggemuruh disetiap hari. Sungguh besar
“Kalau ibu sudah meninggal, jangan kamu tunggu siapa –siapa lagi untuk segera menguburkan jasad ibu nak…” Pesan Almarhumah Bunda sesaat sebelum hembusan nafas terakhirnya.
Lalu Annisa bagaimana? Dia hanya anak terakhir yang tinggal sendiri tanpa siapa –siapa lagi sekarang. Ia tak punya hak penuh untuk memenuhi semua itu. Satu demi satu delapan orang lelaki dan perempuan yang masih menjadi satu darahnya ditelponya.
Langganan:
Postingan (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "



- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact